Pertanyaan yang sering ditanyakan

FAQ

Di halaman ini kami daftarkan pertanyaan-pertanyaan yang paling umum ditanya oleh para pengguna kami beserta jawabannya. Apabila pertanyaan Anda tidak termasuk di sini, silahkan hubungi kami.

Telepon : (021) 5794 1845
Email : admin@restock.id
Senin - Jum'at | 10.00 - 18.00 WIB

Siapapun berusia minimal 18 tahun yang tinggal di Indonesia dan tunduk pada hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Saat ini kami hanya memiliki operasi di wilayah Jabodetabek. Jika Anda berada diluar wilayah Jabodetabek, Anda masih dapat menggunakan layanan kami. Namun beberapa layanan kami mungkin belum dapat Anda nikmati. Hubungi layanan bantuan kami untuk mengetahui lebih jauh.

Ya. Pertama, Restock menjunjung tinggi nilai transparansi dengan mencantumkan informasi seputar Penerima Pembiayaan serta syarat dan ketentuan pembiayaan.
Kedua, Restock akan melakukan analisis, seleksi, dan persetujuan terhadap seluruh Calon Penerima Pembiayaan beserta pembiayaan yang diajukan dengan menggunakan sistem credit-scoring modern, sehingga hanya pinjaman berkualitas tinggi yang akan ditawarkan kepada Pemberi Pembiayaan.
Ketiga, seluruh lalu lintas pembiayaan akan dikelola oleh Restock bekerjasama dengan bank rekanan.
Keempat, Restock telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Itu artinya, Restock telah memenuhi standar pemerintah dari segi sistem elektronik, mitigasi risiko, kelayakan sumber daya manusia, dan infrastruktur operasional lainnya untuk menjalankan bisnis.

Di Restock Anda memberi pembiayaan langsung ke orang dan bisnis sesungguhnya, bukan ke produk keuangan buatan. Para Penerima Pembiayaan kami daftarkan pembiayaan untuk tujuan yang membangun, seperti mengembangkan bisnis, memperbaiki kondisi keuangan, pendidikan dan kesehatan.
Semua Penerima Pembiayaan di Restock harus melewati beberapa proses evaluasi dan validasi data untuk mendapatkan pembiayaan. Mereka juga akan melewati proses analisa kredit yang meliputi analisa laporan keuangan, analisa permohonan pinjaman dan algoritma analisa keuangan kami untuk mengevaluasi kemampuan pembayaran mereka. Mohon diperhatikan bahwa permohonan pembiayaan di Restock terbagi dalam beberapa kategori yang diberikan berdasarkan analisa resiko.

Kami memotong biaya serta inefisiensi yang seringkali muncul dalam perbankan tradisional dan memberikan manfaat lebih kepada Pemberi Pembiayaan dan Penerima Pembiayaan. Kami akan menghubungkan Anda dengan Penerima Pembiayaan yang sudah kami evaluasi kelayakan dan kemampuan pembayarannya.
Setelah permohonan pembiayaan selesai dievaluasi dan diverifikasi, Restock akan menentukan penilaian kredit dan menentukan tingkat bunga pembiayaan. Setelah itu pembiayaan akan disampaikan kepada para Pemberi Pembiayaan untuk dapat didanai dengan sistem lelang.

Gagal bayar selalu jadi bagian dari risiko dalam pembiayaan, karena selalu ada resiko Penerima Pembiayaan tidak dapat lagi melunasi pembiayaan. Kami menyarankan para Pemberi Pembiayaan untuk membaca informasi tentang layanan peer-to-peer agar dapat lebih mengerti keuntungan dan risiko dalam memberi pembiayaan. Meski demikian, Restock telah memitigasi risiko ini dengan berbagai langkah:

  • Kualitas dan Penilaian kredit

    Kami menggunakan Big Data untuk melengkapi atau menggantikan cara tradisional dan menjalankan algoritma penilaian kredit kami. Hanya Penerima Pembiayaan yang lulus yang akan mendapat persetujuan pembiayaan.
    Peminjam yang sudah disetujui akan diberikan penilaian kredit. Baca lebih lanjut mengenai penilaian kredit di sini.

  • Mitra yang Terkemuka

    Kami bekerjasama dengan mitra-mitra terdepan dalam kualitas dan teknologi untuk memberikan kualitas analisa pembiayaan yang lebih baik dan untuk memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pengguna layanan kami.

  • Proteksi Data

    Semua data yang dikirim dari browser Anda ke website kami dienkripsi menggunakan standar industri SSL. Website kami juga di-hosting pada pusat data yang aman, ter-enkripsi dan secara berkala dibuatkan backup. Pusat data kami dilindungi firewall dan mekanisme keamanan lain yang terjaga dan termonitor. Akses ke akun Anda juga dilengkapi menggunakan kode sandi dan konfirmasi pin ke nomor selular anda.

Apabila Penerima Pembiayaan tidak membayar cicilan beberapa kali dan tidak ada itikat untuk melanjutkan cicilan, maka pembiayaan tersebut akan disebut sebagai gagal bayar. Baca lebih lanjut mengenai gagal bayar di sini.

Setelah Anda terdaftar sebagai Pemberi Pembiayaan, Anda dapat memberi pembiayaan mulai dari Rp 100.000,-. Tidak ada batasan seberapa besar Anda dapat memberi pembiayaan, namun kami sarankan Anda untuk membagi dana ke beberapa pembiayaan.

Anda akan mendapatkan pembayaran dari pembiayaan secara bulanan. Dana yang tersedia dapat dicairkan kapan saja dari dashboard Pemberi Pembiayaan. Setelah Anda melakukan proses pencairan, maka dana akan dikirim ke rekening bank Anda.

Mohon perhatian bahwa pembiayaan yang tersedia mungkin terbagi dalam beberapa kelompok bedasarkan risikonya. Baca lebih lanjut mengenai tingkat bunga di sini.

Setelah Anda terdaftar dan selesai diverifikasi, Anda bisa langsung mulai mencari peminjam yang sesuai dengan kriteria Anda. Klik di sini untuk mendaftar sebagai Pemberi Pembiayaan.

Informasi pribadi Anda akan kami simpan secara aman, dilindungi oleh fitur keamanan online terbaik sesuai dengan yang ada di Privacy Policy kami. Restock memiliki sistem proteksi fisik, elektronik, dan manajerial yang baik untuk menghindari akses yang tidak sah atau penggunaan yang tidak sesuai terhadap informasi pelanggan. Restock tidak akan memberikan informasi pelanggan kepada pihak ketiga tanpa izin, dan tidak akan menghubungi Anda untuk menanyakan data pribadi selain untuk kelengkapan verifikasi.

Disclaimer Resiko :
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.